Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hasil pendapatan yang melemah ditambah kondisi pasar modal bergejolak menguji likuiditas ke seluruh perusahaan yang memberi yield tinggi. Jumlah penerbitan menurut data Moody's cukup rendah yakni US$ 1,4 miliar di Maret 2020. Ini karena pasar sebagian besar tutup.
Moody's Investors Service dalam rilis Selasa (14/3) mengatakan, Asian Liquidity Stress Indicator (ALSI) di Asia melonjak menjadi 38,7% di Maret dari 32,9% di Februari, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa yaitu 38,9% yang terdaftar di Februari 2019. ALSI mengukur persentase perusahaan dengan yield tinggi dengan skor likuiditas terlemah dari SGL-4 sebagai proporsi peringkat dalam satu grup perusahaan yang memberi yiel tinggi
Baca Juga: Bank sentral China pangkas suku bunga pinjaman jangka menengah ke level terendah
Indikator meningkat ketika spekulasi likuiditas memburuk. "Wabah virus corona menyebabkan volatilitas signifikan di seluruh pasar modal, dan kami memperkirakan akan sulit bagi perusahaan yang lebih lemah secara finansial mengakses pasar kredit untuk pembiayaan kembali dan kebutuhan lainnya," kata Annalisa Di Chiara, Senior Vice President Moody's dalam rilis.
Jumlah perusahaan dengan skor likuiditas terlemah dari SGL-4 naik menjadi 58 di bulan Maret, dari 150 perusahaan dengan yield tinggi. Angka ini naik dari 50 di bulan Februari.
Perusahaan yang digolongkan dalam SGL-4 biasanya mengandalkan sumber pendanaan eksternal, dengan ketersediaan pembiayaan yang sangat tidak pasti menurut pendapat Moody's.
"asia" - Google Berita
April 15, 2020 at 03:38PM
https://ift.tt/2XGvEYP
Tingkat likuiditas di Asia terlemah sepanjang masa - Kontan
"asia" - Google Berita
https://ift.tt/2ZO57I2
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment