Rechercher dans ce blog

Saturday, March 28, 2020

Peserta Ijtima Asia 2020 Meninggal Bukan karena Covid-19 - Cendana News

GOWA – Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan memastikan peserta Ijtima Zona Asia 2020, Sukardi (65), yang meninggal dunia sepekan lalu bukan karena tertular virus corona baru (Covid-19).

Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf Kabupaten Gowa, dr. Salahuddin, mengatakan kepastian Sukardi meninggal dunia didapatkan setelah adanya pemeriksaan.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan darah yang dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, dari hasil pemeriksaan darah tidak menunjukkan adanya tanda-tanda infeksi karena virus,” ujarnya, Minggu (29/3/2020).

Ia mengatakan, hasil pemeriksaan menunjukkan leukosit atau darah putihnya normal dan limfosit juga tinggi.

Dokter Salahuddin menyatakan, kesimpulan dari pemeriksaan itu tidak adanya tanda-tanda terinfeksi virus karena jika terinfeksi virus, maka darah putih atau leukosit akan tinggi.

“Kalau dia terinfeksi virus, leukositnya itu pasti tinggi sedangkan ini leukositnya rendah. Begitu pun limfositnya akan di bawah standar normal, bukan di atas,” katanya.

Sementara untuk pemeriksaan PCR tidak dapat dilakukan, karena sudah tidak memungkinkan lagi untuk mengambil swab (cairan). Pengambilan swab tidak bisa dilakukan karena mulut jenazah tidak bisa terbuka.

“Swapnya itu kan harus buka mulut dengan hidungnya. Jadi dia hanya sempat diambil darahnya dan darahnya juga sangat terbatas hanya mampu didapat setengah CC,” tuturnya.

Hasil laboratorium ini setidaknya mendukung hasil pemeriksaan sebelumnya yang menganggap korban meninggal akibat serangan jantung. Karena sebelum meninggal, korban tidak memiliki gejala-gejala yang mengarah kepada Covid-19.

“Memang arahnya ke sana (jantung), karena riwayatnya memang sebelumnya itu dia selalu nyeri dada dan ada riwayat dari keluarganya menurut temannya itu ada sakit jantung . Juga tidak ada riwayat demam dan tidak ada batuk, yang ada nyeri dada dan riwayat hipertensi,” terang dia.

Hal senada juga di sampaikan oleh Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol dr. Farid Amansyah, SPPD, saat ditemui di lokasi pelaksanaan Ijtima Zona Asia di Desa Nirannuang Kecamatan Bontomarannu, Jumat (20/3) lalu.

Menurutnya, korban meninggal diduga akibat penyakit jantung karena tidak ditemukan tanda-tanda Covid-19.

“Sebelum salat zuhur, beliau sempat terjatuh dan sebelumnya memang ada riwayat itu sakit jantung. Sehingga memang kalau tidak dilakukan autopsi kita perkirakan meninggal karena jantung dan beliau sudah berumur 65 tahun, sehingga kemungkinan memang meninggal karena itu (jantung),” ujarnya. (Ant)

Let's block ads! (Why?)



"asia" - Google Berita
March 29, 2020 at 09:36AM
https://ift.tt/2UsTsO2

Peserta Ijtima Asia 2020 Meninggal Bukan karena Covid-19 - Cendana News
"asia" - Google Berita
https://ift.tt/2ZO57I2
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update

No comments:

Post a Comment

Search

Featured Post

Rubin Museum, Haven for Asian Art, to Close After 20 Years - The New York Times

It is the first major art museum in New York to close within recent memory. The museum had financial challenges and has faced accusations o...

Postingan Populer