
KOMPAS.com - Seluruh Asia sedang menggalang upaya membendung penyebaran virus corona, di tengah kekhawatiran munculnya gelombang kedua infeksi.
Pembatasan perjalanan yang lebih ketat diberlakukan di beberapa negara, karena jumlah kasus di Asia melonjak melewati 95.000 atau sepertiga infeksi di dunia, menurut perhitungan AFP.
Di luar China, Korea Selatan adalah negara Asia yang paling terpukul, dengan lebih dari 8.500 kasus.
Sementara jumlah kasus di China menurun selama beberapa minggu terakhir, negara-negara Asia lain justru mengalami peningkatan.
Baca juga: Atasi Wabah Virus Corona, China Gunakan 3 Strategi
Di Thailand kasus meningkat sekitar sepertiga dalam semalam menjadi hampir 600, memicu keraguan klaim nol kasus di Myanmar dan Laos yang merupakan negara tetangga.
Kemudian tiga dokter yang merawat pasien Covid-19 di Indonesia meninggal, menjadikan angka kematian 48 korban dari 514 kasus yang terinfeksi.
Sebagian besar kasus berada di Jakarta, di mana aktivitas bisnis telah ditutup selama dua minggu.
Baca juga: Kemacetan Lalu Lintas DKI Jakarta Turun 46 Persen
Lalu di Australia perbatasannya ditutup dari WNA, dan mengimbau pada warga negaranya untuk membatalkan rencana perjalanan domestik. Jumlah kasus di Negeri "Kanguru" kini mencapai 1.3000.
Pantai Bondi dan beberapa tempat berenang populer lainnya ditutup, setelah ada kerumunan orang berjemur yang mengabaikan larangan perkumpulan massa di luar ruangan.
Pub, kasino, bioskop, dan tempat ibadah juga akan ditutup hingga enam bulan mulai Senin (23/2/2020).
Baca juga: Krisis Virus Corona, Australia Umumkan Tutup Negaranya dari Pendatang
Kasus di Pakistan dan apresiasi di India
Pakistan menangguhkan penerbangan internasional dalam upaya mencegah penyebaran virus SARS-CoV-2.
Para pejabat di Sindh (provinsi terpadat kedua di Pakistan), mengumumkan lockdown yang mulai efektif tengah malam tadi.
Pakistan melaporkan 5.650 dugaan kasus dan 646 kasus yang dikonfirmasi, dengan tiga kematian akibat Covid-19.
Namun di Bangladesh yang berdekatan, hanya 27 kasus yang dilaporkan dengan 2 kematian.
Baca juga: Lawan Hama Belalang di Pakistan, China Kerahkan 100 Ribu Tentara Bebek
Jutaan orang di India di-lockdown pada Minggu (22/3/2020) dalam rangka mencegah penyebaran virus corona di negara itu.
Para pejabat mengatakan setiap pekerja swasta di New Delhi harus bekerja dari rumah minggu ini, kecuali mereka menyediakan layanan penting. Sebagian besar transportasi umum juga akan dihentikan.
Miliarder Anand Mahindra, yang memiliki kerajaan bisnis Mahindra Group meliputi mobil dan real estate, mengatakan fasilitas pabriknya akan coba memproduksi ventilator.
Baca juga: Empat Pelaku Pemerkosaan dan Pembunuhan di India Dihukum Gantung
Kemudian orang-orang turun ke balkon mereka di kota-kota besar, setelah Perdana Menteri Narendra Modi memgajak warga India mengucapkan terima kasih pada para pekerja medis dan petugas darurat.
Para warga melakukannya dengan menepuk atau memukul panci dan wajan selama lima menit pada pukul 17.00 kemarin.
Sementara itu Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyerukan Asia Tenggara harus lebih agresif dalam melawan virus corona.
Sebab, dikhawatirkan penyebaran yang masif dapat melumpuhkan wilayah-wilayah yang fasilitas kesehatannya kurang baik.
Baca juga: WHO Minta Eropa Bertindak Berani Seperti China dalam Menangani Wabah Virus Corona
Gelombang kedua
Di samping upaya-upaya yang sedang ditegakkan, Asia juga sedang menghadapi gelombang kedua infeksi dari orang-orang yang kembali dari luar negeri.
Singapura telah melarang semua pengunjung jangka pendek datang, setelah kasus impor mencapai 445, termasuk dua kematian pertamanya pada Sabtu.
Di Hong Kong ketika masa-masa buruk tampaknya sudah terlewati, justru terjadi peningkatan kasus hampir dua kali lipat dalam sepekan terakhir, karena banyak orang yang kembali ke sana.
Baca juga: Demi Jaga Sumber Daya Kesehatan, Singapura Sarankan Dokter Tolak Pasien WNA
Kasus di Malaysia mencapai 1.306, dengan lebih dari separuhnya berhubungan dengan tabligh akbar bulan lalu. Para pesertanya banyak berasal dari Singapura dan Indonesia.
Di Sri Lanka, di mana 82 kasus dilaporkan, para penjaga penjara menembaki para tahanan di utara karena coba melarikan diri.
Para tahanan itu kesal karena adanya larangan kunjungan keluarga untuk mencegah penyebaran virus. Dua terpidana tewas dan enam lainnya luka-luka.
Pihak berwenang juga membatasi penjualan dua jenis obat malaria, setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan obat-obat itu mungkin efektif untuk mencegah infeksi Covid-19.
Baca juga: Virus Corona Menyebar dari Tabligh Akbar, Malaysia Umumkan 190 Kasus Baru
Padahal, para ilmuwan telah mengatakan harus ada banyak uji coba dulu untuk menentukan apakah klorokuin benar-benar aman.
Sementara itu Papua Nugini yang memiliki satu kasus dikonfirmasi, menyatakan keadaan darurat 20 hari dan menghentikan penerbangan domestik dan transportasi umum selama dua minggu.
Guam, yang memiliki 15 kasus, mengonfirmasi seorang wanita 68 tahun meninggal karena Covid-19. Ini adalah kematian pertama di Asia Pasifik.
Baca juga: Mengapa Isolasi dan Karantina Penting untuk Cegah Penyebaran Corona?
"asia" - Google Berita
March 23, 2020 at 10:02AM
https://ift.tt/2Uwx5po
Catatkan Sepertiga Kasus di Dunia, Asia Bersiap Hadapi Gelombang Kedua Virus Corona - Kompas.com - KOMPAS.com
"asia" - Google Berita
https://ift.tt/2ZO57I2
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment