
JAKARTA, investor.id - PT Asia Pacific Fibers Tbk (POLY) semakin agresif dengan berencana meningkatkan proporsi produk bernilai tambah dan ekspor terutama sebagai produsen tekstil dengan hasil akhir produk penunjang kesehatan.
Assistant President Director Corporate Communication Asia Pacific Fibers, Prama Yudha Amdan menjelaskan langkah tersebut dilakukan perseroan sebagai.peluang baru sebagai produsen komoditas tekstil.
"Saat ini kebutuhan akan masker dan Alat Pelindung Diri (APD) saat ini terus meningkat, hal tersebut tidak asing bagi kami sebagai produsen tekstil dimana produk tekstil kesehatan menjadi salah satu spesialisasi, kami akan scale up, terutama dalam serat, produk non woven dengan aplikasi akhirnya dalam bentuk masker, tisu antiseptik, bedsheet, bedcover, selimut higienis," jelasnya saat dihubungi Investor Daily. Minggu (29/3).
Prama menambahkan demi memuluskan rencana tersebut perseroan akan menyiapkan dana modal kerja/capital expenditure mencapai US$ 10 juta untuk yang berasal dari kas internal perseroan.
"Akan kami gunakan untuk modal kerja dan meningkatkan proporsi produk bernilai tambah dan ekspor, sehingga meningkatkan profitabilitas kami, selain itu kami juga akan mengembangkan produk lainnya seperti tekstil termal, tekstil otomotif, tekstil anti-api, dan lain-lain,"ujarnya.
Menilik laporan keuangan pada tahun 2019, emiten dengan kode POLY ini membukukan pendapatan US$ 396,68 juta, menurun 16,52% dibanding periode yang sama pada tahun 2018 sebesar US$ 475,21 juta.
Prama melanjutkan hal itu disebabkan sebagian manufaktur berhenti beroperasi lantaran permintaan tekstil dalam domestik tidak menunjukkan perkembangan.
"Laju produk impor yang tidak tertahankan yang bahkan sudah menyentuh produk-produk akhir garmen seperti pakaian jadi, jika melihat lapkeu kami, terlihat bahwa kontributor terbesar penurunan penjualan domestik karena terpapar produk impor," paparnya.
Saat ini perseroan sedang menanti itikad baik dari pemerintah untuk konsisten menjaga kebijakan sejalan dengan yang disampaikan oleh Asosiasi Produsen Serat dan Benang Filamen (APSyFI) dan Asosiasi Pertekstilan Indonesia, yang berharap agar perlambatan ekonomi akibat coronavirus tidak dijadikan alasan untuk relaksasi impor.
"Karena jika konsumsi terjaga, dengan pembatasan impor tersebut manufaktur domestik tetap bisa beroperasi dan menjaga ekonomi yang sedang dalam masa sulit ini," kata dia.
Pun pada kuartal 2020 perseroan memprediksi belum ada peningkatan berarti yang terjadi lantaran produk impor masih membanjiri pasar hingga kuartal empat pada akhir tahun 2019 sebelumnya. Hal itu pun membuat perseroan memasang target kenaikan pendapatan yang moderat yakni 10% dari tahun sebelumnya.
"Kami memperkirakan pasar akan bergejolak tinggi hingga akhir April, namun kami harap dapat kembali normal pada bulan Juni, Tekstil sendiri adalah industri terintegrasi dari petrokimia hingga garmen/fashion, sehingga butuh kerja sama semua pihak untuk menyehatkannya kembali," tandas dia.
Sumber : Investor Daily
"asia" - Google Berita
March 30, 2020 at 05:29AM
https://ift.tt/2QVNnHv
Asia Pacific Fibers Tingkatkan Produksi Penunjang Kesehatan. - Investor Daily
"asia" - Google Berita
https://ift.tt/2ZO57I2
Shoes Man Tutorial
Pos News Update
Meme Update
Korean Entertainment News
Japan News Update
No comments:
Post a Comment